Showing posts with label euro 2008. Show all posts
Showing posts with label euro 2008. Show all posts

Monday, June 16, 2008

EURO 2008: Matchday 2

Matchday 2 in a group stage is usually measuring how a team can advance to the knockout stage without ever worry about the result from the third matchday. In this phase there are 4 teams, one in each group that have already booked their place in the knockout phase, Portugal from A, Croatia from B, Holland as C's representative, dan Spain out of D. They all won their respective second game, convincingly -- well, i must admit that the last team didn't do it as convincingly as the others -- and leave the rest unassured. Two teams can you write off the Euro now, the tragic co-host Switzerland, and the pathetic defending champ Greece.

Portugal really is not dissapointing as a team who almost won the previous Euro in their land, and battled France hard before knocked from the semifinal in the World Cup last occasion. They had a little difficulty handling Turkey's tough defense but managed to escape in a 2-0 win, followed by a hard-fought game against Czech, 3-1. Poor Switzerland, they can't escape from this group after a loss in a hard rainy day against the Turks, 1-2, while Czech and Turkey will try to extend their participation in this tournament. Had the game ended in a tie, it will be an extra time and, if necessary, a penalty shoot-out.

--UPDATED: Turkey had successfully beaten Czech in a tight game, 3-2.


Highly favored from B, German unexpectedly got outplayed by Croatia, whose first game is not so entertaining but effective. The Croatian taught the Polish, had they been more patient, they could win against the more experienced, three-time-european-champion team. Late goal from the penalty spot kept the other co-host team, Austria, 's dream alive. Dominating in every way, they were shocked by a goal in the first half, and their effort was highly regarded by lady luck, a thing that Switzerland wished they had. German now will play they third game facing the more supported Austrian team to win the remaining spot. The winning team will play Portugal in the next stage.


The so-called "Group Of Death" really is lethal. The most productive team in the competition, so far with 7 goals, is in this group. Two of the BIG-3 in this group now are on the bottom two, and must face each other in the brink of elimination. The worst part is, even if France or Italy -- the two met somehow on the final in a bigger competition scale 2 years ago -- wins the game, they must also pray that Holland will play seriously and fails Romania. Expect the unexpected!


Spain topped their group after a lucky blow against an effective team, Sweden. Now they can relieve, at least until semifinal, when they meet Holland, if the destiny leads them. Russia will fight for the honor to meet Holland in the next stage. Had it been a draw, then Sweden will go through. A dissapointing campaign for the defending champ Greece, it's the end of their fairy tale in European Championship.


EXPECT EMOTIONS!!!

Wednesday, June 11, 2008

Banyak Gol, Juara Bertahan Tumbang

Grup terakhir yang menyisakan drama pertandingan "penyesuaian" ternyata menjadi pabrik gol paling sukses dari grup-grup lainnya. Jika tiga grup lainnya hanya mampu menghasilkan 3 gol dari dua partai mereka, maka grup D yang terdiri dari Spanyol, Yunani, Swedia, dan Rusia mampu menghasilkan dua kali lipatnya!

Tuesday, June 10, 2008

Pertarungan Para RAKSASA

Hampir tiada yang berubah... dari jumlah gol per hari. Kalaupun ada dinamika, itu dikarenakan pada hari ketiga ini kita disuguhi pertandingan yang melenakan antara Perancis dan Rumania, yang juga merupakan hasil kacamata pertama; lalu menjadi tegang saat melihat Belanda membenamkan Italia melalui pertarungan menarik yang menjadi partai dengan jumlah gol terbanyak sampai hari ketiga ini.

Perancis dan Rumania bermain tanpa gairah, dan diwarnai oleh seringnya terjadi salah oper di lapangan tengah. Bola yang berputar di area pertahanan lawan pun jarang berbuah peluang cantik. Tercatat hanya ada 1 tembakan ke arah gawang selama pertandingan 2X45 menit, dan itu milik Perancis. Bagaimanapun, tembakan ke arah gawang tidak berarti apa-apa bila tidak menembus gawang.

Pertandingan kedua telah diantisipasi oleh para penggila bola sebagai partai yang akan berjalan menarik, dan mereka mampu membuktikan nama besar mereka di lapangan. Mulai dengan formasi yang sama persis, namun terbilang baru bagi kedua tim, Belanda mampu menguasai lapangan tengah di awal pertandingan. Dalam suatu kemelut, Christian Panucci harus keluar lapangan, dan ini adalah awal petaka bagi Italia. Bola tendangan keras Wesley Sneijder cukup dibelokkan sedikit oleh Ruud van Nistelrooy untuk membawa Belanda unggul di menit ke-20. Gol itu sebenarnya akan dianulir karena offside, kalau saja tidak ada Panucci yang tergeletak di pinggir lapangan. Berusaha membalas, Italia langsung mengambil alih permainan, namun dalam suatu serangan balik di kiri pertahanan Italia, Giovanni van Bronchorst mengirim umpan ke sisi kanan yang disundul Dirk Kuyt dan dimanfaatkan dengan voli spektakuler Wesley Sneijder tanpa mampu dihalangi Marco Materazzi. Gianluigi Buffon, kiper terbaik dunia pun hanya bisa melongo melihat gawangnya bobol dua kali hanya dalam waktu 5 menit.

Babak kedua Italia berganti mengambil inisiatif menyerang, sesuatu yang biasanya akan berakibat fatal apabila tim ini melawan tim yang punya level permainan setara. Dan terbukti, keadaan tidak jauh berbeda dengan babak pertama, ditambah fakta bahwa pemain Belanda sudah lebih tenang dalam mengkoordinir pertahanannya. Peluang terbaik didapat Luca Toni yang lolos dari jebakan offside, namun sayang tembakannya melambung jauh. Kemudian peluang yang lain didapat dari tendangan bebas Andrea Pirlo yang dengan tenang mampu dibaca Edwin van der Saar, awal petaka berikutnya bagi Italia. Bola serangan balik dibawa Gio yang mengumpan kepada Kuyt. Bola sempat diblok Buffon, namun kembali ke kaki Kuyt, yang kemudian kembali mengumpan kepada Gio dan disambut dengan sundulan. Bola sempat sedikit berbelok mengenai Gianluca Zambrotta sebelum masuk untuk ketiga kalinya ke gawang Italia. Gol penghibur di menit terakhir pun tidak didapat karena Massimo Ambrosini kurang tenang menyambar bola di depan gawang. Kemenangan pertama Belanda atas Italia dalam 30 tahun terakhir, sesuatu yang pantas dirayakan, tapi perjuangan baru saja dimulai.


---.0.---

TU(L)AH TUAN RUMAH

Seperti mau "berempati" dengan partnernya, Austria juga menelan kekalahan menyesakkan dari Kroasia, yang masih belum diperkuat striker utamanya, Eduardo Da Silva. Gol yang didapat dari titik penalti karena kesalahan Rene Aufhauser menjaga Ivica Olic, diceploskan dengan tenang oleh bintang mudanya, Luca Modric. Gol ini langsung membuat Austria bermain menyerang, sayangnya tanpa didukung penuh oleh strategi yang matang sehingga tidak ada ancaman yang berarti yang mampir ke gawang Stipe Pletikosa, rekor buruk sepanjang ujicoba yang belum juga berhenti memasuki kompetisi sebenarnya.

Bukan bermaksud untuk kompak dengan hasil di grup A, namun di pertandingan kedua, Jerman menaklukkan Polandia 2-0 melalui bantuan seorang remaja keturunan Polandia. Polandia yang mendapat giliran bola pertama langsung menggebrak dan memaksa Jens Lehmann membuat blunder, namun tidak dapat dimaksimalkan kapten Maciej Zurawski. Sayang, karena jika mereka memimpin lebih dahulu, mungkin hasilnya tidak seburuk itu. Jerman kemudian mengambil kendali permainan, dan memetik hasilnya melalui sebuah kerjasama indah dari Mario Gomez dan Miroslav Klose, yang dituntaskan oleh Lukas Podolski. Malah mereka bisa unggul lebih cepat, namun Gomez terlambat mengantisipasi umpan Klose, yang lolos dari jebakan offside. Setelah 1-0, Jerman terlihat santai, keadaan yang nyaris harus dibayar mahal memasuki babak kedua. Masuknya Roger Guerreiro menggantikan sang kapten mampu menghidupkan permainan Polandia, dan mereka bermain penuh kreativitas dan energi. Tak ingin mengulang kesalahan 4 tahun lalu, Jerman bangkit dan bertekad untuk mengamankan kemenangannya. Bastian Schweinsteiger masuk dan membuat lini tengah Jerman kembali agresif mengendalikan serangan. Dalam suatu kemelut, bola yang salah ditendang Klose mampir ke kaki Podolski, dan dengan keras dihujamkan ke pojok kiri atas gawang Artur Boruc, 2-0.


Hari ini akan dilangsungkan partai grup "neraka" yang memuat 3 tim juara eropa dan tim unggulan keempat terbaik dari seluruh grup. Rugi jika Anda tidur malam ini.

Monday, June 9, 2008

Acara Pembukaan EURO 2008 Tidak Sesukses Hasil Pertandingan Tuan Rumah

Sepakbola, Swiss, Chapuisat. Bicara sepakbola Swiss, orang tak bisa tidak akan menyebut Stephane Chapuisat. Pemain ini melegenda di Swiss, dan bersamanya Swiss dibawa lolos fase grup pada beberapa kali putaran final Piala Dunia. Tahun ini negara palang merah ini ingin membuktikan bahwa mereka masih punya potensi yang bisa dibanggakan di level Eropa. Paling tidak sampai pertandingan perdana kemarin malam, mereka belum bisa membuktikannya. Acara pembukaan yang berlangsung dengan lancar tidak dapat diteruskan oleh tim tuan rumah untuk meraih 3 poin. Cek meruntuhkan harapan rakyat Swiss untuk melihat timnya meraih kemenangan pertama di EURO 2008 melalui gol pemain pengganti Vaclav Sverkos.

Bermain lebih mengandalkan semangat, Swiss memang terlihat masih agak di bawah Cek dalam teknik permainan. Babak pertama berlangsung tanpa gol dan berimbang, terlihat bahwa kedua tim masih demam panggung. Sial bagi tuan rumah, penyerang yang juga kapten Alexander Frei cedera cukup parah di pertengahan babak sehingga harus diganti dengan Hakan Yakin. Masuk babak kedua Cek mengganti Jan Koller dengan Sverkos, yang terbukti mampu menjebol gawang Swiss dalam sebuah set piece memanfaatkan kelengahan pertahanan lawan. Tak ingin dipermalukan, Swiss bukannya tidak mempunyai peluang. Peluang terbaik didapat saat dalam sebuah kemelut, Tomas Ujfalusi menyentuh bola dengan tangannya. Bola liar kemudian ditendang Yakin, namun dihalau Petr Cech dan bola muntah yang diteruskan Johan Vonlanthen. Satu lagi kejadian yang mirip seperti itu, dengan pelaku yang juga sama, yaitu Ujfalusi, semakin menambah kelabu hari bagi masyarakat Swiss.

Pemain pengganti pula yang membuat perbedaan dalam pertandingan kedua Grup A, Portugal-Turki. Bermain imbang di babak pertama, diselingi gol dari bek Portugal, Pepe, yang dianulir wasit karena offside, Portugal memantapkan keunggulan melalui gol kedua oleh pemain pengganti Raul Meireles, setelah gol pertama oleh... (lagi-lagi) Pepe! Turki terlihat bermain keras menjurus kasar untuk mengimbangi teknik pemain-pemain Portugal di babak pertama, strategi yang berhasil menahan Portugal di babak pertama. Hamit Altintop yang mendadak harus bermain di posisi bek kanan, mampu menjaga daerah kanan pertahanan timnya, yang lebih sering diserang melalui pergerakan Simao Sabrosa. Bahkan kerjasamanya dengan Mehmet Aurelio mampu merepotkan sisi kiri pertahanan Portugal. Sayang, itu belum cukup untuk membawa Turki lolos dari hadangan Portugal.

Upacara pembukaan berlangsung meriah dan sukses. Sayang kesuksesan di perandingan hari pertama bukan menjadi milik tuan rumah. Akankah Austria, tuan rumah yang lain, mampu menampilkan hasil yang lebih baik? Kita tunggu saja nanti.

Saturday, June 7, 2008

EURO 2008 - SUISSE & OSTERRISCH

Mata2 dunia skrg sdg mnju AUT-SUI mnyambut EURO '08, & tdk akn lepas dr sana smp 1 bln ke dpn. Wjr, EURO srg dianggap sbg PD kcl, bhkn byk jg yg m'anggap sbg PD ke-2. 16 tim yg trbagi dlm 4 grup akn brlaga mnju partai pnck di Wina. Mlm ini akn dilgskan partai pertama antr SUI-CZE di Basel.

Lgkpny, brkut adlh pmbagian grup EURO '08

A
SUI

POR
CZE

TUR

B
AUT

GER

CRO

POL

C
FRA

ITA

NED

ROM

D
GRE

SPA

SWE

RUS


Dr rmh, pnulis m'ucapkn: Slmt mnikmati EURO brsama cmilan msg2