Friday, August 8, 2008

Menggantungkan Harapan Keberuntungan Angka 8: Olimpiade Beijing 2008 dibuka pada 08-08-08

Masih Adakah Waktumu Untuk Olimpiade?

Olimpiade, suatu perhelatan akbar yang menggelar semua cabang olahraga yang populer di dunia, akan dibuka hari ini di Beijing, dalam rangkaian angka yang dianggap sebagai keberuntungan masyarakat setempat: 8! Kali Episode kali ini sepertinya adalah pergelaran yang sarat dengan muatan politis, yang pertama sejak dekade 70-80an, dimana perang dingin masih merajalela antara blok barat dan blok timur, kapitalis dan komunis. Terlepas dari itu semua, pemerintah Cina sungguh berusaha menjadikan acara empat tahunan ini sebagai yang terbaik dari yang paling baik. Dan sebagai perlambangnya, stadion yang megah sudah berdiri berupa "sarang burung" (Bird's Nest), suatu mahakarya yang awalnya sempat diragukan dapat dibuat, namun sekarang sudah menjadi salah satu tonggak sukses kemegahan Olimpiade.

Seperti yang sudah-sudah, maskot merupakan satu hal unik yang harus ada di setiap Olimpiade. Namun tidak seperti sudah-sudah, Komite Olimpiade Cina mengeluarkan lima maskot sekaligus yang disebut FUWA. Inilah mereka:

Beibei (dibaca: Peipei) si IKAN Biru
Dalam tradisi seni dan budaya Cina, disain ikan dan air adalah simbol panen dan kemakmuran. Begitulah Beibei membawa berkah kelimpahan. Garis-garis ornamen yang melukiskan ombak laut diambil dari lukisan Cina kuno yang terkenal. Di antara kelima Fuwa, Beibei dikenal sebagai maskot yang lembut dan murni, kuat dalam olahraga air; digambarkan feminim, ia mewakili lingkaran olimpiade berwarna biru.



Jingjing (dibaca: Cingcing) si PANDA Hitam
Jingjing membuat anak-anak tersenyum -- dan memang itulah yang dibawanya: berkah kebahagiaan kemanapun ia berada. Lihatlah kesukacitaan dalam pose naifnya yang menawan dan bulunya yang indah. Sebagai binatang simbol nasional, panda memang sangat disenangi semua orang di dunia. Disain lotus pada kepala Jingjing, yang terinspirasi dari lukisan dari keramik di Dinasti Song (960-1234), melambangkan hutan yang lebat dan keharmonisan hubungan manusia dan alam. Jingjing dipilih untuk mewakili keinginan manusia untuk melindungi alam dan memeliharanya dari generasi ke generasi. Naif dan optimistis, ia dilambangkan maskulin sebagai gambaran kekuatan dan mewakili lingkaran olimpiade berwarna hitam.



Huanhuan si API Merah
Dalam keluarga Fuwa, Huanhuan adalah kakak lelaki tertua. Ia adalah anak sang nyala api, menyimbolkan bara Olimpiade dan semangat olahraga. Semangat inilah berkah yang ia bawa, dan posisinya berada di tengah keluarga Fuwa sebagai inti semangat olimpiade. Selain kemauan dan hasrat untuk lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih kuat, ia juga terbuka dan ramah. Hiasan yang membara pada kepalanya dibuat dari karya seni Dunhuang yang terkenal. Huanhuan mempunyai pribadi yang mudah bergaul dan antusias. Ia mahir dalam olahraga permainan menggunakan bola, dan mewakili lingkaran olimpiade berwarna merah.



Yingying si ANTELOP Kuning
Seperti antelop, Yingying cepat dan lincah, suatu simbol luasnya dataran Cina. Antelop juga melambangkan berkah kesehatan dan kekuatan yang selaras dengan alam. Pose yang seperti melayang merupakan kesan unik dari spesies yang dilindungi dari dataran Qinghai-Tibet. Hiasan kepalanya merupakan gabungan dari corak dekoratif Tibet dan budaya Sinkiang, serta disain tradisional etnis Cina barat. Kuat dalam cabang atletik, Yingying yang ulet mewakili lingkaran olimpiade berwarna kuning.





Nini si WALET Hijau
Setiap musim semi dan musim panas, anak-anak di Beijing menerbangkan layang-layang yang indah memenuhi langit ibukota. Corak yang paling populer adalah burung walet bersayap emas, yang merupakan ide dasar dari hiasan kepala Nini. Sayap emasnya melambangkan langit yang tak berujung pangkal, yang menyebarkan berkat kemanapun ia melayang. Walet juga dilafalkan "Yan" dalam bahasa Cina, dan Yanjing adalah sebutan Beijing di masa lampau. Di antara keluarga Fuwa, Nini sepolos dan sejinak walet. Ia pandai senam, dan mewakili lingkaran olimpiade berwarna hijau.



Didisain untuk menggambarkan sifat anak-anak yang suka bermain, Fuwa juga mengirimkan pesan persahabatan dan perdamaian, seperti lingkaran persahabatan dari lima anak. Natur anak-anak ini juga tercermin dari pemberian nama yang merupakan pengulangan suku kata, suatu tradisi lokal yang memberikan nama panggilan seperti itu kepada anak-anak yang dikasihi.

Kelima nama tersebut jika dirangkai akan membentuk BEI-JING-HUAN-YING-NI, yang berarti "Selamat Datang di Beijing", memberikan kesan yang hangat sebagai duta olahraga Cina kepada siapa pun yang ingin melihat pesta olahraga ini.



Selamat datang, dan selamat menikmati Olimpiade Beijing 2008.